Aliran Rasa Games Level 5

Games level 5 ini sejatinya sangat menyenangkan bagi saya, karena saat matrikulasi lalu, goal saya sebagai ibu adalah membacakan anak 1 cerita 1 hari. Namun, harus saya akui, untuk pembuatan “pohon literasi”-nya saya agak telat, karena baru menemukan konsepnya justru menjelang games berakhir, sehingga tidak sempat diposting. Pohon literasi yang dibuat saat games masih seadanya, hanya berbekal stik es krim dan stiker adhesive label. Itupun sudah dirusak oleh si kecil sejak pertama kali selesai dibuat 😂Adapun pohon “remidial” saya memakai wallsticker, dan untuk buku-buku yang sudah dibaca, saya tuliskan pada buah, bukan daun. Harapannya, buah-buah tersebut bisa bermanfaat bagi orang lain, misalnya dengan cara kita ceritakan isinya untuk diskusi keluarga, atau menjadikannya sebagai referensi saat membuat suatu tulisan yang nantinya dibaca oleh orang lain.

Pohon hasil remidi 


Karena sudah terbiasa, maka kendala untuk menanamkan kebiasaan membaca ke anak hampir tidak ada. Bocahnya selalu nyimak setiap kali saya sodorkan buku. Bahkan mampu menirukan apa yang dibacakan meskipun baru beberapa kata yang benar pengucapannya. Satu hal yang selalu membuat saya takjub, dan semakin meng-iyakan bahwa masa-masa ini adalah golden age-nya, jika dilihat dari kemampuannya menyerap apa yang diberikan.

Buahnya si kecil paling buanyaak

Adapun suami, karena beliau adalah tipe auditory, kadang sayalah yang menyampaikan isi dari buku-buku yang dibaca. Dengan demikian, buku tetap bisa menjadi sarana diskusi. Beliau bisa tetap “membaca” meski tidak secara langsung.
Kendala lain adalah menuliskan laporan. Saya kelupaan dengan trik yang sudah disampaikan sebelum games dimulai, yakni menuliskan proses yang terjadi di hari sebelumnya, supaya bisa mengagendakan jam yang pas untuk menulis. Akibatnya, karena proses dan menulis dilakukan di hari yang sama, waktu untuk menuliskan proses akhirnya kejar-kejaran dengan waktu tidur si bocah haha. Lalu, akhirnya tidak menuliskan proses sama sekali ketika di hari ke-11 si kecil sakit, demam dan rewel setiap malam. Alhamdulillah-nya, hari 1 – hari 10 sudah ditulis, sehingga tidak jadi lemburan.

Yang paling membuat saya senang, di games level 5 ini, akhirnya saya bisa merealisasikan niat untuk membuat buku bergambar dengan cerita sendiri meskipun dengan ilustrasi ala kadarnya. Ide ini sebenarnya sudah ada cukup lama dan penginnya direalisasikan bareng pak suami, toh beliau sudah acc sebagai ilustratornya, tapiiiii kesibukan beliau di kantor membuat saya belum tega kalau harus ngoprak-oprak lagi menagih gambarnya haha. Kenapa bikin buku bergambar sendiri? Selain bisa untuk mengirit dana (hoho, khas emak-emak ya, walaupun sebenarnya dana untuk buku itu mah investasi), memang itu mimpi yang saya tuliskan juga saat matrikulasi. Harapannya, apa yang ditulis sendiri bisa lebih membekas di hati anak. Mohon doanya ya, semoga mimpinya bisa terwujud! ☺

#aliranrasa #gameslevel5 #kuliahbunsayIIP #forthingsToChangeIMustChangeFirst

Iklan

Senjata Milik Pahlawan itu Adalah Doa

Kawan, tahukah?

Kala kita berjuang menghadapi badai kehidupan,

mungkin nun jauh di sana ada seseorang yang tengah berada dalam sujud panjangnya

mengirimkan doa ke langit, memohonkan kebaikan untuk  kita

seperti yang ia lakukan sejak pertama kali ruh kita ditiupkan dan takdir kita dituliskan

Kawan, renungkanlah..

Bila saat ini kau rasakan halang rintang itu hilang…

bisa jadi ini karena senjatanya telah bekerja

bisa jadi ini karena doa sang pahlawan itu..

doa seorang ibu…

doa yang Allah janjikan untuk dikabulkan…

Depok, 15 November 2017

#KAMIMenulis #IIP Depok

Pohon Literasi #11

Setelah sepuluh hari berhasil menuliskan tantangan, ternyata hari ke-11 dan 12, saya berhalangan menuliskan proses literasi si kecil. Sebab hari Minggu dan Senin kemarin si kecil demam dan susah tidur. Hari ini alhamdulillah sudah turun, meskipun malamnya agak anget, tapi si kecil dalam kondisi ceria, tidak lesu seperti kemarin. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan. 

Hari Minggu kemarin, kami ke TM Bookstore untuk membeli buku latihan TOEFL untuk ayah, buku halo balita untuk si kecil, dan kado buat temennya si kecil. Ibunya puasa beli buku dulu, karena masih ada novel Fatimah karya Sibel Eraslan yang terlupakan (belinya udah lama, eh lupa gak dibaca-baca. Malah baca buku lain).

Buku yang dibeli si kecil adalah Kisah Nabi Muhammad SAW. Yeee alhamdulilah akhirnya nemu juga yang dicari dari dulu. Sayangnya,ceritanya hanya sampai episode Rahib Buhaira yang menjelaskan pada Abu Thalib bahwa Muhammad akan menjadi nabi. Yaiyalah yaa sirah nabawiyah kan panjang. 😀 

Jadi, selama Minggu-Selasa tadi, buku yang dibacain si kecil adalah buku barunya ditambah buku favoritnya yakni Aku bilang Astagfirullah dan Aku Bilang Subhanallah.  Dan…. setiap kali menyimak si kecil membaca buku, saya hanya bisa geleng-geleng kepala. Takjub. Masyaa Allah betapa hebatnya kemampuan anak kecil dalam memorizing. Pantaslah kalau masa-masa sampai 5 tahun dibilang golden age. Semoga bisa mencipta kenangan indah yang kuat…. Kenangan dalam bingkai iman. Aamiin.


#day11 #gameslevel5 #kuliahbunsayIIP #tantangan10hari #ForThingsToChangeIMustChangeFirst 

Pohon Literasi #10

Lazy day again in saturday. Kebiasaan buruk yang belum berubah, yakni jika ada satu jadwal batal/kacau,berujung pada ketidaknyamanan dalam menjalani hari. Karena batal eksperimen di lab, hari ini saya menghabiskan waktu dengan membaca novel ayat-ayat cinta 2. Tidak terlalu menyesal sih, karena walaupun bentuknya novel, banyak pelajaran yang bisa diambil. Cumaaa memang timingnya gak tepat aja karena saya bacanya disambi ngliatin si kecil mewarnai sampai-sampai si kecil sebel  dan menutup novel tersebut sambil bilang “tamaaat” 😀 wkwkw.

Untuk si kecil, hari ini dia menirukan baca ulang buku Harimau dan Hud hud pembawa pesan. Karena kemarin nggak nemu wallsticker pohon di toko deket rumah, untuk sementara kami buat pohonnya dengan stik es krim. Besok lanjut hunting lagi. Si kecil antusias dalam menempel daun-daunnya (pakai self adhesive label). Besok diganti yang bagus yaaa 

#day10 #gameslevel5 #tantangan10hari #kuliahbunsayIIP #forthingstochangeIMustChangeFirst

Pohon Literasi #9

Sebenarnya hari ini hari yang menyedihkan. Sudah beberapa hari ini si kecil ngambek terus tiap malam. Entah apa sebabnya. Kesabaran rasanya hampir habis, terutama jika mendengar tangisannya. Sedihnya, setiap perasaan buruk yang mengenai ibu, entah mengapa selalu dirasakan si kecil walaupun sang ibu nggak ada acara bentak-bentak. Malam ini si kecil meminta dibacakan tentang Nabi Ibrahim. Si kecil tampaknya masih tertarik dengan gambar api sehingga minta dibacakan ulang. Hari ini dia juga minta dibacakan tentang Hud-hud. Adapun buku yang sedang dibaca ibunya adalah ayat-ayat cinta 2. Membaca tokoh Fahri, seperti biasa, terlalu sempurna orangnya. Rasanya saya bisa memahami kritik yang dulu dilontarkan sepupu saya terhadap tokoh ini. Sebab Nabi saja memiliki kehidupan yang berliku, serta memiliki sisi yang manusiawi. Hanya saja kesalahannya selalu langsung dikoreksi oleh Allah, sehingga terjaga dari kesalahan. Sesepele ‘bermuka masam’ terhadap seorang buta yang ingin belajar agama, yang tercakup dalam surat Abasa. 

Iya,setiap kita memiliki salah. Dan sebaik-baik manusia yang memiliki salah adalah yang bertaubat. Mungkinkah manusia memang begini? Kadang ingin sempurna tapi terjatuh, terjatuh lagi? Benar rasanya jika sebaiknya terus berusaha untuk sempurna. Tapi saat terjatuh tak perlu larut. Biarkan ada jeda sejenak untuk merenung kemudian bangkit lagi. Terus menerus. Jangan menyerah meski kini terasa tak begitu ideal… 

Semoga selalu diberikan kekuatan dan kesabaran menjadi seorang ibu, bahkan meski dalam diamnya. Aamiin. So baper today 😦

Ighfirli ya Rabb.


#day9 #gameslevel5 #tantangan10hari #kuliahbunsayIIP #forthingstochangeIMustChangeFirst

Pohon Literasi #8

Hari ini menu bacaan si kecil adalah Seri kisah teladan berjudul Luqman Al-Hakim dan keledai. Buku kedua adalah seri sahabat Rasul  berjudul Aisyah yang Cerdas.

Seperti biasa,daya tarik buku pertama bagi si kecil adalah hewannya, jadi dia tampak antusias mengucap kata keledai, keledai. Pelajaran dari buku ini adalah agar kita lebih mementingkan penilaian Allah dibanding manusia. Sebab apapun yang kita lakukan pasti akan menuai komentar yang beragam dari manusia. Maka jauh lebih baik untuk melihat sesuatu dari sisi keridhoanNya.

Adapun dalam buku Aisyah, si kecil antusias saat saya bilang bahwa Aisyah suka belajar. Nampaknya kosa kata belajar sedang menjadi kosa kata favoritnya. Dia juga suka saat saya tunjukkan gambar buku. Dalam buku ini, pemaparan ceritanya dibuat berima, sehingga saat si kecil mencoba menirukan, selalu diakhiri kosa kata “dinah dinah” per lembar buku (dari kata Madinah di akhir cerita). Sukses bikin ketawa wkwkw. Semoga dikaruniai kecerdasan yang bermanfaat seperti Bunda Aisyah ya Nak. Aamiin 🙂

Buku Inspirasi rumah cahaya akhirnya selesai. “Daging” banget isinya. Semoga bisa nulis reviewnya 🙂


#day8 #gameslevel5 #tantangan10hari #forthingstochangeimustchangefirst #kuliahbunsayIIP

Pohon Literasi #7

Hari ini, si kecil sedang hobi corat coret buku gambar,jadi kegiatan membaca belum diliriknya, meski saya pancing dengan buku baru (bukan baru beli, tapi baru nemu gara-gara acara bongkar kardus kemarin 😂). Barulah saat malam tiba, dia mau membaca, tapi dia memilih membaca Aku bilang Astaghfirullah. Herannya, dua halaman pertama kok ya bisa hafal tepat ya sama kata-katanya? Benar-benar otak spons. 😯 Saya sampai sekarang masih saja terkagum-kagum sekaligus ‘ngeri’ dengan kemampuan anak kecil dalam menyerap hal-hal di sekelilingnya. Kita jadi harus selalu aware sama sikap kita, hati-hati banget, karena bisa jadi dia merekam semua bahkan saat kita tengah tidak sadar. Ya Allah… semoga yang terekam hanyalah kebaikan, dan semoga kami sebagai orang tua diberi kekuatan sabar yang lebih baik. 

Selanjutnya, saya tetap menawarkan buku baru tersebut, dan akhirnya dia mau menyimak. Buku ini dibelikan oleh yangtinya duluuu banget zaman masih belum bisa merespon apa-apa. Tentang Nabi Ibrahim. Dalam buku ini, yang menjadi daya tarik bagi si kecil adalah api, sebab beberapa kali dia melihat api di pekarangan rumah orang (api untuk bakar sampah). Untuk ibunya, hari ini masih meneruskan inspirasi rumah cahaya, dan untuk sang ayah sedang ‘dipaksa’ buat baca buku TPA Bappenas. 😂

#day7 #gameslevel5 #tantangan10hari #kuliahbunsayIIP #ForthingsToChangeIMustChangeFirst